Laporan Payakumbuh – Kota Payakumbuh kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pemerintah Kota Payakumbuh berhasil masuk lima besar nominasi Penghargaan Bhumandala 2025, sebuah ajang bergengsi yang diberikan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) atas inovasi dan pemanfaatan informasi geospasial dalam tata kelola pemerintahan.
Penghargaan Bhumandala merupakan bentuk apresiasi bagi pemerintah daerah yang mampu mengembangkan, memanfaatkan, dan mengintegrasikan data geospasial dalam perencanaan pembangunan serta pelayanan publik.
Sistem Geospasial Terpadu Payakumbuh
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh, Eka Putra, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengembangkan Sistem Informasi Geospasial Kota Payakumbuh (SIG-KP) sejak 2022. Sistem ini mengintegrasikan berbagai data spasial—mulai dari tata ruang, kependudukan, infrastruktur, hingga lingkungan hidup—ke dalam satu platform digital.
“Dengan SIG-KP, setiap perangkat daerah bisa mengakses data spasial yang sama dan terbaru. Ini membantu kami dalam perencanaan pembangunan, pengawasan proyek, hingga mitigasi bencana,” kata Eka, Jumat (25/10).
Ia menambahkan, penggunaan data geospasial juga mempercepat proses perizinan usaha, pengelolaan aset daerah, dan perencanaan investasi. “Investor kini bisa mengetahui lokasi potensial untuk berinvestasi hanya dengan mengakses peta digital yang kami sediakan,” jelasnya.
Apresiasi dari Pemerintah Pusat
Kepala BIG, Aris Kurniawan, mengapresiasi langkah inovatif Pemkot Payakumbuh dalam mengembangkan sistem informasi berbasis geospasial. Menurutnya, Payakumbuh menjadi contoh daerah yang mampu mengoptimalkan teknologi geospasial untuk efisiensi dan transparansi pemerintahan.
“Pemanfaatan informasi geospasial di Payakumbuh menunjukkan arah baru pemerintahan daerah yang lebih modern dan berbasis data. Ini adalah praktik baik yang layak ditiru daerah lain,” ujar Aris.

Baca juga: Payakumbuh Kembali Ukir Prestasi, Tiga Siswa SMPN 1 Lolos ke GSI Nasional 2025
Dorong Tata Kelola Berbasis Data
Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi, menyebut keberhasilan ini sebagai buah kerja sama lintas sektor. Pemerintah kota, akademisi, dan masyarakat dilibatkan dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan data geospasial.
“Kami sadar, ke depan arah pembangunan daerah harus berbasis data yang akurat. Dengan sistem geospasial ini, kebijakan yang diambil menjadi lebih tepat sasaran,” tutur Riza.
Ia berharap, keberhasilan Payakumbuh dalam ajang Bhumandala 2025 dapat menjadi motivasi untuk terus berinovasi, terutama dalam penguatan digitalisasi pemerintahan.
Langkah Selanjutnya
Selain masuk lima besar, Pemkot Payakumbuh berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas SDM di bidang geospasial serta memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset.
“Target kami bukan hanya menang penghargaan, tapi membangun Payakumbuh sebagai kota cerdas yang berbasis data geospasial,” tegas Riza.
Dengan capaian ini, Payakumbuh kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kota inovatif di Indonesia yang sukses menggabungkan teknologi, tata kelola pemerintahan, dan pelayanan publik berbasis data spasial untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.





