Laporan Payakumbuh – Wali Kota Zulmaeta secara resmi melantik Tim Pembina Posyandu, Tim Penggerak PKK, dan Tim Pembina P2TP2A Kota Payakumbuh dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat. Pelantikan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, pemberdayaan keluarga, serta perlindungan perempuan dan anak.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran OPD terkait, camat, lurah, serta para pengurus organisasi yang dilantik. Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen Pemko Payakumbuh dalam membangun kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Perkuat Sinergi Lintas Sektor Pelayanan Sosial
Dalam sambutannya, Wali Kota Zulmaeta menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan sosial. Menurutnya, Posyandu, PKK, dan P2TP2A memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan publik yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Ketiga lembaga ini bukan sekadar organisasi pendukung, tetapi mitra utama pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta perlindungan kelompok rentan,” ujarnya.
Posyandu sebagai Pilar Kesehatan Masyarakat
Tim Pembina Posyandu diharapkan mampu mendorong optimalisasi layanan kesehatan dasar, terutama dalam upaya pencegahan stunting, peningkatan gizi balita, serta pemantauan kesehatan ibu hamil dan lansia. Zulmaeta menegaskan bahwa Posyandu harus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Penguatan kapasitas kader, pemanfaatan data kesehatan, serta kolaborasi dengan fasilitas kesehatan menjadi fokus utama agar Posyandu benar-benar menjadi pilar kesehatan masyarakat di tingkat kelurahan.

Baca juga: Pemko Payakumbuh Resmikan Gerai Koperasi Merah Putih, Perkuat Ekonomi Kerakyatan
PKK Dorong Ketahanan Keluarga dan Pemberdayaan Perempuan
Sementara itu, Tim Penggerak PKK diminta untuk terus berperan aktif dalam membangun ketahanan keluarga. Program-program PKK dinilai memiliki kontribusi besar dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, mulai dari pendidikan keluarga, ekonomi kreatif, hingga penguatan nilai-nilai sosial.
Wali Kota berharap PKK mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan perempuan dan keluarga, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kemandirian ekonomi rumah tangga.
P2TP2A Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Dalam konteks perlindungan sosial, Tim Pembina P2TP2A memiliki peran krusial dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Zulmaeta menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan perlindungan maksimal bagi korban, sekaligus mendorong upaya pencegahan melalui edukasi dan pendampingan.
P2TP2A diharapkan mampu bekerja secara profesional, responsif, dan berjejaring dengan aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, serta lembaga sosial lainnya.
Komitmen Tingkatkan Kualitas SDM
Pelantikan ini menjadi bagian dari strategi besar Pemko Payakumbuh dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah daerah menilai bahwa pembangunan fisik harus diimbangi dengan pembangunan sosial yang kuat dan berkelanjutan.
Melalui kerja kolaboratif Posyandu, PKK, dan P2TP2A, diharapkan tercipta masyarakat yang sehat, berdaya, serta terlindungi dari berbagai persoalan sosial.
Harapan untuk Kinerja yang Nyata dan Berdampak
Menutup sambutannya, Wali Kota Zulmaeta mengajak seluruh pengurus yang dilantik untuk bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Ia berharap program-program yang dijalankan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kepercayaan ini harus dijawab dengan kerja nyata. Jadikan amanah ini sebagai ladang pengabdian untuk masyarakat dan masa depan Payakumbuh yang lebih baik,” pungkasnya.
Pelantikan Tim Pembina Posyandu, PKK, dan P2TP2A ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat pelayanan sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Payakumbuh secara menyeluruh.





